Semarakkan Isra' Mi'raj 1447 H, TPQ Al Muhajirin Gelar Festival Santri Selama Dua Hari
Isra' Mi'raj 1447 H
MALANG – Peringatan peristiwa agung Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 H di lingkungan Perumahan Dirgantara Permai berlangsung meriah. Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Al Muhajirin sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan "Festival Anak Sholeh" yang dihelat selama dua hari berturut-turut, mulai Rabu (21/01/2026) hingga Kamis (22/01/2026).
Kegiatan yang berpusat di kompleks Masjid Al Muhajirin ini tidak hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga wadah untuk menggali potensi dan kreativitas para santri sejak dini.
Hari Pertama: Kompetisi yang Kompetitif dan Sportif Pada hari pertama, Rabu (21/01), suasana TPQ dipenuhi dengan semangat kompetisi. Ratusan santri mengikuti berbagai perlombaan keagamaan yang telah disiapkan oleh panitia. Cabang lomba yang dipertandingkan meliputi Lomba Mewarnai Kaligrafi untuk santri usia dini, Lomba Hafalan Surat Pendek (Tahfidz), hingga Lomba Adzan dan Iqomah.
Antusiasme santri terlihat luar biasa. Ruang-ruang kelas TPQ disulap menjadi arena unjuk bakat. "Kegiatan lomba ini kami rancang untuk melatih kepercayaan diri anak-anak tampil di depan umum, sekaligus menguji hafalan yang selama ini mereka pelajari," ungkap salah satu pengurus TPQ Al Muhajirin.
Hari Pertama: Belajar Sejarah Lewat Visual dan Kuis Interaktif Pada hari pertama, Rabu (21/01), kegiatan difokuskan pada penguatan pemahaman santri terhadap sejarah Islam melalui metode yang menyenangkan. Ruang kelas TPQ disulap menjadi area "bioskop mini" untuk agenda Nonton Bareng (Nobar) animasi kisah perjalanan Isra' Mi'raj.
Ratusan santri tampak duduk tenang dan antusias menyimak visualisasi perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga ke Sidratul Muntaha. Metode visual ini dipilih agar materi sejarah yang berat dapat lebih mudah dicerna oleh imajinasi anak-anak.
Suasana semakin "pecah" dan meriah saat sesi kuis berhadiah dimulai usai pemutaran film. Mahasiswa KKM melemparkan pertanyaan seputar video yang baru ditonton, dan para santri berlomba-lomba mengangkat tangan untuk menjawab demi mendapatkan doorprize menarik.
Hari Kedua: Gema Tilawah dan Tausiyah Mahasiswa Puncak peringatan dilaksanakan pada hari kedua, Kamis (22/01), dengan nuansa yang lebih syahdu dan seremonial. Acara dibuka dengan penampilan grup Hadrah yang membawakan lantunan selawat nabi, membangun atmosfer spiritual yang kental di lingkungan masjid.
Kekhidmatan acara semakin terasa saat sesi pembacaan ayat suci Al-Qur'an (Tilawah dan Qiraatil Qur'an) yang dibawakan dengan fasih. Lantunan ayat suci tersebut menjadi pengantar yang menyejukkan hati sebelum memasuki acara inti.
Berbeda dari tahun sebelumnya, tausiyah hikmah Isra' Mi'raj kali ini disampaikan langsung oleh perwakilan Mahasiswa KKM ARKADIAKARSA. Dengan bahasa yang lugas dan komunikatif, mahasiswa menyampaikan pesan moral mengenai pentingnya ibadah salat lima waktu sebagai "oleh-oleh" istimewa dari perjalanan Mi'raj Nabi untuk umat Islam.
"Kami ingin adik-adik santri tidak hanya hafal ceritanya, tapi juga mencintai nabinya dan rajin salatnya," ujar perwakilan mahasiswa KKM dalam ceramahnya.
Rangkaian acara dua hari ini ditutup dengan doa bersama, menandai suksesnya kolaborasi antara pengurus TPQ Al Muhajirin dan mahasiswa UIN Malang dalam menyiarkan semangat cinta Islam kepada generasi muda.
Komentar
Posting Komentar