Refleksi Awal Tahun 2026, Habib Ja'far Ingatkan "4 Pertanyaan Kubur" di Pengajian Rutin Al Muhajirin

Pengajian rutin dua mingguan ibu-ibu Masjid Al Muhajirin Kedungkandang Malang awal tahun 2026
Pengajian Rutin Al Muhajirin Awal 2026

MALANG – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al Muhajirin Dirgantara, Perumahan Dirgantara Permai (RT 09/RW 10), Kedungkandang. Ratusan jamaah yang tergabung dalam pengajian rutin dua mingguan ibu-ibu tampak memadati ruang utama masjid untuk menyimak tausiyah dari Al-Mukarrom Habib Ja'far, Sabtu/10 Januari 2026.

Kegiatan yang turut didukung oleh Mahasiswa KKM Kelompok 18 ARKADIAKARSA UIN Malang ini menjadi momentum penting dalam menata hati di awal tahun 2026.

Dalam ceramahnya, Habib Ja'far menyoroti makna waktu yang terus berjalan. Beliau mengingatkan bahwa pergantian tahun hingga 2026 ini bukan sekadar angka, melainkan alarm peringatan (tadzkiroh) dari Allah SWT, khususnya bagi mereka yang telah menapaki usia 40, 50, dan 60 tahun.

"Usia-usia tersebut adalah fase krusial di mana Allah memberikan peringatan lebih intens agar hamba-Nya segera kembali fokus pada akhirat," tegas Habib Ja'far.

Redefinisi Makna Dzikir Salah satu poin menarik yang disampaikan adalah pemaknaan ulang tentang dzikir. Habib Ja'far menekankan bahwa dzikir tidak semata-mata aktivitas lisan membaca Asma' Allah atau wirid semata. Lebih luas dari itu, dzikir adalah kondisi hati yang senantiasa "ingat" dan terkoneksi dengan Allah dalam setiap pengambilan keputusan, pekerjaan, dan aktivitas sehari-hari.

Empat Pilar Hisab Menutup tausiyahnya, beliau menjabarkan secara rinci mengenai empat perkara yang pasti akan dihisab dan ditanyakan di alam kubur nanti. Keempat hal tersebut adalah:

  1. Umur: Ke mana waktu selama hidup dihabiskan?

  2. Ilmu: Apakah ilmu yang dimiliki sudah diamalkan untuk kebaikan?

  3. Rezeki: Dari sumber mana harta diperoleh dan ke jalan mana dibelanjakan?

  4. Jasad: Untuk aktivitas apa saja tubuh dan kesehatan digunakan?

Suasana pengajian rutin ibu-ibu di Masjid Al Muhajirin Dirgantara Permai Malang bersama Habib Jafar
Pengajian rutin Al Muhajirin

Acara pengajian ini ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Terlihat antusiasme para ibu-ibu majelis taklim yang hadir mengenakan busana muslim bernuansa merah muda dan putih, berbaur hangat dengan para mahasiswa KKM yang turut memfasilitasi jalannya acara.

Sinergi antara warga dan mahasiswa KKM ini diharapkan dapat terus menghidupkan syiar Islam yang menyejukkan di lingkungan Dirgantara Permai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Disambut Hangat, KKM Kelompok 18 ARKADIAKARSA UIN Malang Resmi Mengabdi di Masjid Al Muhajirin Dirgantara Kedungkandang

Perkuat Literasi Al-Qur'an, Mahasiswa KKM ARKADIAKARSA UIN Malang Dampingi Santri TPQ Al Muhajirin

Purna Tugas dengan Manis, KKM ARKADIAKARSA UIN Malang Serahkan Penghargaan untuk Masjid Al Muhajirin